Wednesday, November 16, 2011

Indahnya Matahari Terbit di Bromo


Mungkin ini adalah AFG terjauh dalam sejarah Anggunesia. Rencana pergi ke Bromo pun sudah dicetuskan jauh2 hari, supaya teman2 bisa menabung, mengambil cuti dan mempersiapkan semuanya dengan baik. Salut buat tuan rumah Etupa/Rousdy yg sudah menjadi guide dgn sebaik2nya dan selucu2nya =D, sehingga membuat perjalanan ke Bromo ini terasa mudah dan mulus ; ) Terima kasih banget utk tumpangan transportasi dan akomodasinya sehingga kita bisa menghemat biaya hehehehe. 

MALANG (28 Mei) 

Perjalanan ke Malang dimulai dari Stasiun Senen dgn menumpang kereta ekonomi Matarmaja pada tgl 27 Mei. Ya sodara2, kereta ekonomi. Kebayang kan panasnya, pengapnya, ramenya, lamanya. Tapi namanya juga anak2 Anggunesia, jadinya enjoy aja hehehe. Tapi jangan salah, gue bisa tidur dengan nyenyak lho, yg lain aja sampai heran hehehehe. Kami sampai di Malang keesokan paginya dan disambut oleh Rousdy minus red carpet dan tarian selamat datang dari Papua =( Karena kelaparan, kami pun sarapan nasi buk dulu di depan stasiun. Ternyata nasi buk itu cuma nasi pakai campuran daging sapi + babat/paru + sedikit kuah + sedikit sambal. Biar sedikit, sambalnya itu pedas banget lho. Sesudah mengisi perut, kami pun ke rumah yg dipinjamkan teman Etupa utk menaruh tas, mandi, dan beristirahat sejenak.

Setelah menjemput Udha dari Makassar dan berkenalan dengan 2 berondong, Yayan 'Aimer' dan Dimas, kami pun bermobil menuju Batu untuk makan malam. Kami sempat mampir di sebuah masjid supaya yg muslim bisa sholat dulu. Ternyata kota Batu itu cukup ramai, berbeda dengan apa yg gue bayangkan selama ini. Kami makan malam di semacam pondok/warung dengan pemandangan kota Malang. Sebelnya, warungnya pake acara mati lampu segala =p Tapi karena rame, jadinya gak serem hehehe. Setelah dinner, kami kembali ke rumah untuk beristirahat, mempersiapkan fisik dan mental utk berangkat ke Bromo pada saat tengah malam. Eh sesampainya di rumah bukannya istirahat, malah rame2 nonton dan mencela Indonesian Idol =D 

BROMO (29 Mei) 

Seperti Cinderella, tepat jam 12 malam, kami pun berangkat ke Bromo. Perjalanan hingga pos pertama di kaki gunung Bromo mencapai kira2 2,5 jam. Disana kami bernegosiasi dengan orang2 Tengger yang akan mengantar kami ke lokasi pemotretan ; ) dengan mobil jeep. Karena kebelet pipis, gue ke toilet dekat situ yg sialnya ga ada lampunya. Karena rada2 spooky, gue jd terbirit2 deh pipisnya hahahahaha. 

Keluar dr toilet, Rousdy ngajak ngumpul dulu di pojokan katanya utk membahas wahana Bromo yg akan dituju. Sampai di pojokan, Rousdy malah ngajak senam peregangan gitu. Gue udah males2an gitu eh tau2 mereka nyanyi "Happy birthday Ika" dan Rousdy membawakan sekotak Dunkin Donuts sbg pengganti birthday cake. What a surprise! Adit meminjamkan korek apinya, pura2nya lilin gitu. Gue pun make a wish dulu sebelum tiup lilinnya. Mau tau wishes gue? Gue mau: keluarga terbaik, teman2 terbaik (which I already have), kekasih terbaik (ehemm), dan kehidupan terbaik ; ) Definitely, it was the best birthday moment in my life. Thanks guys! Tau aja kalo gue lapeer banget, untung ada donat! =p =p

Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju pos pemotretan dengan jeep, kami melalui jalan gunung yang menanjak dan berliku2 selama kira2 setengah jam. Kami masih harus berjalan kaki lagi. Jalanan yg menanjak dan udara yg menipis, membuat napas terasa berat. Maklum udah bukan ABG lagi hehehe. Sesampainya di pos pemotretan, waktu baru menunjukkan sekitar pukul 3.30. Masih lama menuju matahari terbit. Cukup banyak orang yang sudah datang dan menunggu di sana. Gue pun mencari2 spot pemotretan terbaik dan sengaja nunggu disana supaya posisi strategis itu gak diambil orang. Beberapa fotografer bahkan sudah berjaga dgn tripod dan kamera SLR mereka guna memotret momen2 matahari terbit. Gue sih cukup dgn pocket camera aja hehehe. 

Tp setelah hampir 1 jam menunggu disana, fisik ternyata gak kuat menahan dinginnya udara dan terpaan angin. Sumpah! Mau pingsan rasanya. Akhirnya dengan berat hati gue merelakan posisi strategis itu diambil orang, supaya gue bisa duduk dan beristirahat dulu. Sekitar jam 5.15 langit di sebelah kiri kami mulai terlihat biru dan kemerahan, pertanda matahari akan terbit disana, bukannya di gugusan gunung di depan kami. Wah sialan, gue salah perhitungan. Pantesan banyak orang bergerombol di bagian kiri hahaha. Tapi tetap aja, gue masih mengincar spot yg tadi gue tungguin. Karena tempat berdirinya udah penuh, gue nekad deh manjat temboknya hehehe. Ternyata banyak juga turis2 asing yg ada disana, wah Bromo terkenal juga ya. 

Gue juga sempat ngobrol2 sama turis Prancis di sebelah gue. Dia cerita kalo dia akan liburan bersama istrinya selama 3 minggu, ke Bali, Sumatera dan Tana Toraja Sulawesi. Kami juga tukeran kartu nama lho hehehe. Sebelum berpisah, dia minta foto gue. Mungkin karena dia pikir wajah gue eksotis kayak Anggun kali. Hmmm. Sebelum meninggalkan tempat itu, kami lakukan sesi pemotretan keluarga besar Anggunesia lengkap dgn bannernya. Dilanjutkan dgn sesi pemotretan sendiri2 hehe.

Kemudian dengan jeep, kami menuju wahana berikutnya: Kawah Bromo. Kami sempat terkagum2 melihat keluarga bule dan anak2nya berjalan kaki. Hebat bener tuh fisik. Selama di perjalanan, kami benar2 terpesona melihat indahnya pemandangan. Benar2 cantik! Seru juga offroad ke padang sekeliling kawah Bromo hingga ke tempat parkir jeep. Kami lalu berjalan kaki menuju kawah Bromo. Gue dan Adit berdiskusi perlu gak ya naik ke kawah Bromo. Kayaknya capek banget gitu lho. Tapi dipikir, sayang juga kalo gak sekalian naik. Akhirnya karena udah capek banget, gue memilih menunggang kuda menuju kaki tangga Bromo. Sebelnya, pas mau turun dari kuda, tali pegangannya malah putus, jadinya gue terjerembab jatuh deh. Untung ga ada yg lihat hehehe. 

Selanjutnya tantangan berikutnya adalah menaiki sekitar 200 anak tangga menuju kawah Bromo. Tapi ternyata gak gitu berat menaikinya. Akhirnya tiba juga di pinggiran kawahnya. Agak seram juga, takut tergelincir euy. Akhirnya temen2 datang juga, mereka jalan kaki lho, gak naik kuda kecuali bang mul dan udha. Seperti biasa, kita lalu foto keluarga plus foto pribadi.

Sebenernya setelah dari Kawah, kami berencana pergi ke wahana lain seperti pasir berbisik. Sayang, udah pada capek termasuk gue, jadi kami memutuskan pulang saja untuk beristirahat. 

GUNUNG KAWI (29 Mei)

Malamnya, kami dinner di Bakso Gun yang mirip shabu-shabu dalam tata cara penyajiannya. Setelah itu, kami pun pergi ke Gunung Kawi yang terkenal sebagai pusat spiritual. Selama di perjalanan, kami harus melewati hutan nan gelap dan sepi. Gimana gak serem coba. Makanya pas tiba di lokasi, gue surprise ternyata tempatnya cukup bagus dan tertata, berupa kompleks bangunan yang terdiri dari masjid, penginapan, stand makanan, dll. Tadinya gue kira tempatnya itu semacam gua dan ada di tengah hutan hehehe. Tapi kemudian gentar lagi pas kami ditawari untuk membeli bunga2an sebagai persembahan utk pendiri tempat itu yang dianggap orang suci. Untungnya yg sedang berhalangan gak diperbolehkan masuk =p 

Yang menarik, ternyata ada juga tempat penghormatan untuk Dewi Kwan Im di lokasi yang sama. Ada juga tempat peramalan ala China di lokasi tersebut. Kami juga sempat menyaksikan latihan wayang dan sinden. Rupanya terdapat perpaduan agama dan budaya di tempat itu. Sayangnya kami datang kemalaman, sehingga beberapa venue sudah ditutup.

Besoknya karena kesiangan, kami hanya sempat makan siang di warung favorit kami DeBlong yang makanannya enak dan murah. Serta melakukan sesi foto sebentar di suatu perumahan. Kami pun menuju stasiun untuk kembali ke kota asal kami, kali ini dengan kereta Bisnis Malabar menuju Bandung *kapok naik Ekonomi =p Liburan kami ke Bromo ini gak akan gue lupakan. Terima kasih buat Rousdy dan teman2 seperjalanan yg sudah memberikan hadiah terbaik di hari ulang tahun gue =)

[Malang-Bromo 28-30 Mei 2010]

4 comments:

  1. aku mau ke Bromo ga pernah kesampaian, padahal rumah ada di Porong (siapa nanya)

    ReplyDelete
  2. Drughi: Aduh kamu tuh rugi kalo gak ke Bromo. Indah banget!

    ReplyDelete
  3. Tempat wisata yang bagus dan menarik untuk dikunjungi,
    Sukses selalu dan semoga tempat wisata banyak di minati masyarakat ataupun tourist.

    Dari :
    CV TIPS Indonesia , outbound Malang - Jawa Timur, airsoftgun / paintball dan rafting kasembon. Kunjungi http://www.outboundindonesia.com/

    Untuk informasi dan pemesanan hubungi kami:
    Bapak Budi
    081334664876 (Simpati)
    087859933862 (XL)
    085855494440 (Indosat)

    ReplyDelete
  4. Bromo Tanjung Pondok Pertanian
    Dalam rangka Memperkenalkan " Tengger-Bromo" dr segala aspek, dengan ini kami buka pondok pertanian tanjung-tosari unt umum, dng hanya membayar 'sukarela' (tanpa tarif)
    Pondok pertaniaan tanjung terletak di dukuh: Tanjung rt.03. rw.03.(KM 99) desa: Baledono. kec: Tosari. kab: Pasuruan Ja-Tim. (Km. 99. dari Surabaya)
    Akses menuju pondok pertanian tanjung: dari 'Pasuruan' ambil arah malang smp di 'Warungdowo' (-+ 5km) belok kiri smp 'Ranggeh' belok kanan menuju 'Pasrepan' >>> 'Puspo' >>> melewati hutan2 mahoni dan pinus smp dukuh 'Jonggo" >>> melewati hutan pinus smp ketemu rumah pertama lansung belok kiri turun kebawah, ” Podok Pertanian Tanjung” terletak di sebelah kiri jalan dr pasuruan di Km.99 . Kurang lebih 7 km sebelum kec: Tosari.

    @.kamar los + 2 km mandi luar kapst: 8 s/d 16 orang, cukup memasukan dana "sukarela" ke kotak dana perawatan pondok pertanian. (tanpa tarif)
    @.kamar utama + km mandi dalam + perapian, kapst: 2 s/d 4 orang. Rp.150.000,- /malam

    *.fasilitas:.dapur,. kulkas,. ruang makan,. teras (4 x 12 m),. halaman api unggun,. tempat parkir unt 6 mobil,. kebun sayur.
    *.bisa masak sendiri dng menganti LPJ dsb..Rp.30.000,-
    * dimasakkan prasmanan Rp.20.000,- 1x.makan. ( nego)

    # untuk informasi hub per sms/tlp: 081249244733 - 085608326673 ( Elie – Sulis ) 081553258296 (Dudick). 0343-571144 (pondok pertanian).
    # Informasi di Facebook dengan nama : Bromo Tanjung Pondok Pertanian

    ReplyDelete