Friday, November 11, 2016

Tahun Suci Kerahiman Ilahi, Saatnya Pertobatan dan Pengampunan

Paus Fransiskus membuka Pintu Suci di Basilika St. Petrus
Bagi umat Katolik, tahun 2016 ini merupakan tahun yang istimewa karena ditetapkan sebagai Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah oleh Paus Fransiskus. Secara universal bernama  Extraordinary Jubilee of Mercy yang dimulai dari tanggal 8 Desember 2015 dan akan berakhir tanggal 20 November 2016 nanti. Gereja Katolik di seluruh dunia menjadikan periode tersebut sebagai masa pengampunan dosa dan pengampunan universal. Umat Katolik diharapkan untuk melakukan pertobatan, memaafkan diri sendiri dan orang lain serta merubah hidup mereka agar lebih berarti.

Tahun Kerahiman berakar dari tradisi Perjanjian Lama atau Yudaisme yang membebaskan para budak dan tahanan setiap 50 tahun yang kemudian dihidupkan kembali dan dimodifikasi oleh Paus Bonifasius VIII di abad 14. Tahun ini merupakan Tahun Suci ke-27 sepanjang sejarah Katolik.

Thursday, November 10, 2016

Lucunya Pak Oded, Orang Israel dengan Humor Indonesia


Di bulan September lalu, saya dan Ibu berkesempatan melakukan ziarah ke Tanah Suci umat Nasrani di Israel dan Palestina. Kami memasuki perbatasan Israel (Allenby Border) melalui kota Amman, Yordania. Di sanalah kami dijemput Pak Hadaya Oded, pemandu wisata kami selama berziarah di Tanah Suci. Beliau adalah orang Israel yang fasih berbahasa Indonesia, begitu fasihnya sampai dia mengerti selera humor orang Indonesia. Dia suka stand up comedy di bis tur, asli lucu banget!

Dia belajar bahasa Indonesia selama dua bulan di Jakarta tahun 1995, karena dia melihat peluang dengan banyaknya turis Indonesia ke Israel dan saat itu belum ada tour guide yang bisa berbahasa Indonesia. Sekarang, selain menjadi tour guide, dia juga mengajar bahasa Indonesia di Yerusalem, terutama untuk para guide. Pantas saja, para tour guide lain yang kami temui dalam perjalanan sepertinya begitu akrab dan hormat kepadanya.

Wednesday, November 9, 2016

Laut Mati yang Menyatukan Israel, Palestina & Yordania

Pemandangan Laut Mati di wilayah Israel
Laut Mati (Dead Sea) berlokasi di tiga negara, yakni Israel, Yordania, dan Palestina. Laut Mati sebenarnya merupakan sebuah danau yang pasokannya airnya berasal dari aliran Sungai Yordan. Mengapa dinamakan Laut Mati? Karena memang tidak ada kehidupan di dalamnya. Tidak ada hewan maupun tumbuhan air yang sanggup bertahan hidup di air yang kadar garamnya tertinggi di dunia, 9-10 kali lebih asin daripada air laut biasa. Karena keasinannya itu, manusia dapat mengapung, tanpa perlu kuatir akan tenggelam. Yang gak bisa berenang, boleh banget nih mandi di sini!


Laut Mati juga disebut sebagai tempat terendah di dunia, karena berada 429 meter di bawah permukaan laut. Pantas saja, saat menuju ke sana dari arah Yerusalem, kami melewati jalan yang terus menurun. Menurut hasil penelitian, karena posisinya yang jauh di bawah permukaan laut, radiasi sinar ultraviolet, kadar bakteri dan virus di udara pun lebih rendah. Itu saja sudah memberikan manfaat kesehatan bagi manusia.

Monday, July 4, 2016

T3 Ultimate Soekarno-Hatta dan Citra Pariwisata Indonesia

Check-In Area
Sebagai pecinta traveling, bandara adalah tempat yang pasti saya lewati sebagai pintu gerbang negara atau tempat tujuan. Pada beberapa perjalanan perdana saya ke luar negeri, saya selalu terpukau dengan kemegahan bandara, kelengkapan fasilitas, dan sarana transportasinya. Tapi terus terang, lama-kelamaan saya jadi tidak begitu memperhatikan lagi karena sekarang antara bandara yang satu dengan bandara lain tidak jauh berbeda.

Tapi yang masih saya ingat adalah bandara Changi di Singapura cuma karena untuk pertama kalinya saya merasakan minum langsung dari air keran dan menikmati fasilitas kursi pijat. Juga bandara Sydney, hanya karena di sana saya bisa menunggu penerbangan berikutnya sambil main Playstation! Bagi saya, kini bandara tidaklah berarti apa-apa selain prosedur rutin yang harus dilewati untuk menuju tempat tujuan, tidak ada pengalaman emosional di dalamnya.

Sunday, March 20, 2016

Balada F1 & Membangun Bisnis

Source: gpf1.cz
Terakhir kali saya mengikuti F1 itu pas hebohnya persaingan antara Michael Schumacher dan Mika Hakkinen. Buset itu udah lama banget ya hahaha. Berbeda dengan orang lain, saya mendukung Mika Hakkinen. Habis bosan lihat Schumacher juara melulu.

Gara2 Rio Haryanto lah, saya mengikuti lagi F1. Mirip CLBK gitu deh hahahaha. Kebetulan banget banyak sekali 'drama' yg muncul di GP perdana Melbourne ini. Yg paling dramatis tentunya tabrakan mobil antara Alonso dan Guttierez. Thank God, Alonso selamat dan masih bisa jalan. Padahal mobilnya udh ringsek abis.