Thursday, November 10, 2016

Lucunya Pak Oded, Orang Israel dengan Humor Indonesia


Di bulan September lalu, saya dan Ibu berkesempatan melakukan ziarah ke Tanah Suci umat Nasrani di Israel dan Palestina. Kami memasuki perbatasan Israel (Allenby Border) melalui kota Amman, Yordania. Di sanalah kami dijemput Pak Hadaya Oded, pemandu wisata kami selama berziarah di Tanah Suci. Beliau adalah orang Israel yang fasih berbahasa Indonesia, begitu fasihnya sampai dia mengerti selera humor orang Indonesia. Dia suka stand up comedy di bis tur, asli lucu banget!

Dia belajar bahasa Indonesia selama dua bulan di Jakarta tahun 1995, karena dia melihat peluang dengan banyaknya turis Indonesia ke Israel dan saat itu belum ada tour guide yang bisa berbahasa Indonesia. Sekarang, selain menjadi tour guide, dia juga mengajar bahasa Indonesia di Yerusalem, terutama untuk para guide. Pantas saja, para tour guide lain yang kami temui dalam perjalanan sepertinya begitu akrab dan hormat kepadanya.

Dia sendiri sudah sekitar 20 kali berkunjung ke Indonesia, ke daerah-daerah seperti: Danau Toba, Toraja, Bali, Semarang, Manado, dan lain-lain. Dia sering menemani istrinya belanja ke Mangga Dua dan Pasar Baru. "Untung istri saya belum tahu Tanah Abang," katanya. Hehehe.

Dia juga bercerita tentang orang Manado yang makan segalanya. "Seandainya Adam dan Hawa orang Manado, kita pasti masih tinggal di Taman Eden. Karena ular jelmaan iblis itu pasti mereka makan!" Hahaha.

Pak Oded juga sering membuat lelucon tentang ibu mertuanya. "Kalau ibu mertua saya mau datang, saya pasti masak masakan enak-enak buat dia. Karena dia sudah melahirkan anak perempuan yg kemudian jadi istri saya. Saya sengaja masak banyak supaya mulutnya sibuk makan." Wkwkwk.

Juga "Orang Bedouin itu istrinya 4. Buat saya, 4 istri sama dengan 4 ibu mertua. Makanya saya tidak mau!" Hahaha


Kadang menyindir orang Indonesia juga, "Bapak-bapak, ibu-ibu. Nonton berita gak semalam? Ada berita luar biasa, tayang di CNN dan BBC. Berita itu adalah Bapak-bapak dan Ibu-ibu berangkat dengan bis ini tepat waktu! Luar biasa!" Wkwkwkwk.

Kocak kan nih orang? Di samping kocak, pengetahuan dia soal sejarah Alkitab juga luar biasa. Pak Oded memberikan sudut pandang baru dari sisi orang Yahudi yang paham bahasa Ibran, budaya Yahudi, dan hukum Taurat. Alkitab penuh dengan simbol dan numerologi yang berkaitan dengan huruf-huruf  Ibrani, sehingga memberikan arti dan nuansa yang lain dengan bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia.

Soal Palestina, mungkin seperti umumnya orang Israel, ada hubungan benci dan cinta. Karena walaupun dia kadang menyindir perilaku orang Palestina, tetap saja kalau ketemu teman-temannya dari  Palestina, dia asyik mengobrol bahkan sampai peluk-peluk segala. Mungkin sebagian rakyat Israel pun lelah bertikai dengan saudaranya orang Palestina.


Sebelum menutup kisah ini, masih ada lelucon-lelucon terakhir yang ingin saya bagikan dari Pak Oded. Saat menceritakan tentang keunikan Laut Mati (Dead Sea), di antaranya tentang bagusnya khasiat lumpur Laut Mati untuk kecantikan, juga tentang uniknya pengalaman mengapung di Laut Mati. Mengapa bisa mengapung? Karena Laut Mati punya kadar garam tertinggi di dunia. “Jadi Bapak-bapak gak boleh berenang lama-lama, nanti bisa bikin telur asin!” Huahahaha.

Ada juga kisah tentang penunggang kuda yang ingin menyeberangi sungai di depannya. Maka dia pun bertanya pada seseorang yang berada di tepi sungai, “Apakah sungainya masih bisa dilewati kuda?” Dia tidak tahu bahwa orang yang ditanya itu terkenal akan kebodohannya. Ketika dijawab bisa, dia pun menyeberangi sungai sambil menunggang kudanya. Ternyata sungai itu dalam dan kudanya pun tenggelam. Setelah bersusah payah menyelamatkan diri dan kudanya hingga ke seberang sungai, dia pun berteriak marah kepada orang itu, “Apa-apaan kamu! Kamu bilang kuda saya bisa lewat?!!!” Orang bodoh itu dengan takut-takut menjawab, “Maaf, soalnya tadi saya lihat bebek bisa menyeberang sungai.” Wkwkwkwk.

Terima kasih, Pak Oded! Saya beruntung pertama kali bertemu orang Israel dan orang Israel itu sekeren Pak Oded!


Credit:
Raptim Tour & Travel

No comments:

Post a Comment